MANFAAT KEHATI


  1. UPAYA PELESTARIAN KEANEKARGAMAN HAYATI DI INDONESIA

Berdasarkan pasal 5 undang-undang no. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, serta bedasarkan strategi konservasi dunia, kegiatan konservasi sumber daya alam hayati mencakup 3 kegiatan yaitu :

  1. perlindungan system penyangga kehidupan.
  2. pengawetan keanekaragaman jneis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya.
  3. pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

 

Ketiga kegiatan tersebut di jabarkan dalam 3 tema yaitu :

  1. melindungi dan menyelamatkan ragam hayati (saving)
  2. mengkaji ragam hayati (studying)
  3. memanfaatkan ragam hayati (using)

Untuk mencapai ketiga tema tersebut maka dilakukan beberapa pelestarian yang secara garis besar terdiri dari pelestarian in situ dan pelestarian ex situ.

  1. 1. Pelestarian in situ

pelestarian in situ ialah pelestarian flora dan fauna yang dilakukan dihabitat aslinya.  Pelestarian in situ dapat dilakukan di kawasan konservasi (cagar alam, suaka marga satwa, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata, taman buru dan sebagainya).

 

Berikut ini adalah pelestarian contoh pelestarian in situ di Indonesia :

No Konservasi flora dan fauna Tempat
1 Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) Taman Nasional Ujung Kulon
2 Komodo (Varanus komodoensis) Taman Nasional P.Komodo
3 Gajah (Elephas maximus) Sumatera
4 Maleo (Macrocephalon maleo) Sulawesi
5 Cendrawasih (Paradisea apoda) Papua
6 Edelwis (Anapkalis javanica) Taman Nasional Gn. Gede Pangrango
6 Bunga bangkai (Amorphophalus titanium) Bengkulu
7 Kayu hitam (Diospyrus celebica) Kalimantan
8 Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) Kalimantan Timur

 

  1. 2. Pelestarian ex situ

Pelestarian ex situ ialah pelestarian flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat aslinya.  Bentuk-bentuk pelestarian ex situ yaitu :

No Jenis konservasi ex situ Tempat

 

Kebun binatang

  1. kebun binatang ragunan
  2. kebun binatang wonokromo
  3. kebun binatang gembira loka

 

Jakarta

Surabaya

Yogyakarta

 

Kebun raya

  1. kebun raya bogor
  2. kebun raya cibodas
  3. kebun raya purwodadi
  4. kebun raya bali

 

Bogor

Cibodas

Purwodadi

Bali

 

Kebun botani, taman burung, taman kupu-kupu dan sebagainya

 

 

  1. B. MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

 

Keanekaragaman hayati sangat penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia sehari-hari diantaranya ialah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan yang bersifat mutlak.

–          Sandang, ulat sutera, domba, kapas

–          Pangan, padi, jagung, singkong, kentang, buah-buahan, sayuran dan lain-lain.

–          Papan, kayu jati, meranti yang digunakan untuk bahan bangunan

–          Udara segar, tumbuhan hijau akan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk pernapasan.

 

  1. 2. Kebutuhan Sekunder

–          alat transportasi, kuda, sapi, keledai dan lain-lain.

Rekreasi atau hiburan, taman bunga, taman bawah laut dan lain-lain.

  1. A. KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP

Kehidupan dan jumlah mahluk hidup di dunia ini begitu banyak dan beragam jenisnya.  Sehingga dibuthkan suatu pengelompokkan mahluk hidup agar dapat dikenali satu sama lain.  Sejak dahulu, manusia telah mengklasifikasikan mahluk hidup.  Dasar dari klasifikasi adalah persamaan dan perbedaan ciri-ciri pada berbagai jenis mahluk hidup.  Tujuan manusia mengklasifikasikan mahluk hidup ialah untuk menyederhanakan objek studi agar lebih mudah dipelajari.  Cabang biologi yang mempelajari pengelompokkan mahluk hidup disebut taksonomi.

 

Klasifikasi yang umum kita kenal yaitu klasifikasi enam kingdom, yaitu :

    1. kingdom archaebacteria
    2. kingdom eubacteria
    3. kingdom protista
    4. kingdom fungi
    5. kingdom plantae
    6. kingdom animalia

 

Dalam pengelompokkan mahluk hidup diperlukan tingkatan pengelompokkan dari yang umum atau tingkat yang tinggi ke khusus atau tingkat yang terendah.  Tingkatan dalam klasifikasi disebut dengan takson.  Urutan takson dari yang tinggi ke yang paling rendah ialah sebagai berikut :

  1. kingdom

Merupakan takson yang paling tinggi yang membagi mahluk hidup menjadi 6 kingdom yaitu Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.

 

  1. filum (hewan) atau division (tumbuhan)

Masing-masing kingdom terbagi lagi menjadi beberapa filum (untuk hewan) atau divisi (untuk tumbuhan).  Misalnya pada kingdom plantae terdapat divisi Bryophyte, Pteridophyta dan Spermathophyta.  Pada kingdom animalia terdapat filum Arthropoda.

 

  1. kelas

Tiap-tiap divisi atau filum terbagi menjadi beberapa kelas.  Sebagai contoh divisi spermathophyta terbagi menjadi kelas dikotil dan kelas monokotil.

 

  1. ordo (bangsa)

Ordo membagi kelas ataui subkelas menjadi ke golongan yang lebih khusus lagi.  Misalnya kelas dikotiledoneae terbagi menjadi subkelas Dialypetalae yang terdiri dari ordo Rosales, ordo Myrtales, ordo Ranales dan lain-lain.

 

  1. famili (suku)

Dari ordo ke famili kekerabatannya makin dekat. Misalnya ordo Rosales terdiri dari Famili Rosaceae, Famili Crassulaceae, Famili Pittosporaceae dan lain-lain.

 

  1. genus (marga)

Masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa genus.  Pada tingkat genus kekerapatannya sudah sangat dekat dengan kata lein memiliki cirri morfologi yang hampir sama, misalnya famili rosaceae memiliki beberapa genus antara lain genus Rosa, Pyrus (golongan apel) dan lain-lain.

 

  1. spesies (jenis)

Kita mengenal tomat dan terong merupakan satu genus yang berbeda spesies.  Tomat memiliki nama ilmiah Solanum lycopersicum sedangkan terong memeiliki nama ilmiah Solanum melongena.  Contoh lain ialah buah apel (Pyrus malus) dengan buah pir (Pyrus communis).

Berikut ini contoh klasifikasi manusia (Homo sapiens)

Kingdom                     : Animalia

Filum                           : Chordate

Subfilum                     : Vertebrata

Kelas                           : Mammalia

Ordo                            : Primata

Famili                          : Hominidae

Genus                          : Homo

Spesies                        : Homo sapiens

 

Penamaan mahluk hidup (nomenclatur)

 

Penamaan mahluk hidup (nomenclature) yaitu prosedur penamaan hewan atau tumbuhan atau mahluk hidup lainnya yang termasuk objek klasifikasi kedalam kelompok atau kategori taksonomi.  Penamaan mahluk hidup bertujuan untuk menyamakan pandangan para ahli dan masyakat tentang penyebutan suatu organisme sehingga terjadi persamaan komunikasi dan tidak terjadi kekeliruan tentang nama suatu mahluk hidup.

System penamaan yang diterima oleh banyak ahli yaitu system penamaan yang di kemukakan oleh orang Swedia yang bernama Carolus Linnaeus (1707-1778).  Dia mengemukakan system penamaan dengan menggunakan 2 kata yang dilatinkan (Binomial nomenklatur).  Dalam binomial nomenklatur terdapat ketentuan-ketentuan yang berlaku yaitu :

  1. kata pertama merupakan penunjuk dari genus (marga) dan huruf pertama dari genus tersebut harus di tulis capital.  Contoh : Homo sapiens.
  2. Jika nama jenis ditulis tangan, maka harus diberi garis bawah pada kedua nama tersebut.  Homo sapiens.
  3. Jika nama penunjuk jenis pada tumbuhan lebih dari dua kata, kedua kata tersebut harus dirangkai dengan tanda penghubung.  Contoh : Hibiscus rosa-sinensis.
  4. Nama penemu boleh dicantumkan di akhir kata dengan singkatan atau nama pendek.contoh :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s