KORBAN SERTIFIKASI


sertifikasi adalah suatu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memprofesionalkan kinerja guru dalam bekerja dalam bentuk sertifikat dan pemberian kesejahteraan bagi guru yang telah lulus sertifikasi.  kebijakan ini merupakan respon dari minimnya kesejahteraan guru di indonesia.  namun kenyataannya banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan sertifikasi guru.  beberapa kendala dan masalah tersebut adalah:

1. guru yang tidak sesuai kualifikasi pendidikan dengan apa yang diajarkan.  hal ini menjadi suatu dilema tersendiri karena kualitas pendidikan di sekolah menjadi rendah karena siswa diajar dan dididik oleh guru yang bukan kompetensinya, bahkan ada ada guru yang bukan kompetensi guru (S1 pendidikan keguruan) mengajar dan mendapat sertifikasi berserta kesejahteraannya.

2. kualitas guru menurun akibat sertifikasi.  bukan rahasia umum bahwa tunjangan kesejahteraan (uang) sertifikasi sangat besar.  hal ini sangat menggiurkan siapa saja.  kesejahteraan guru meningkat tidak diimbangi dengan meningkatnya kualitas pembelajaran guru, malah sebaliknya.  ini dikarenakan guru yang berstatus sertifikasi lebih sibuk mengurusi bagaimanan mngurusi pencairan uang sertifikasinya daripada mengurusi siswa, bahkan mereka yang bersertifikasi cenderung sering meninggalkan kelas pada saat KBM berlangsung hanya untuk mengurusi sertifikasinya.

3. tidak tepat sasaran.  guru dengan gelar sarjana pendidikan dengan kompetensi susuai dengan yang diajarkan tidak dipanggil untuk sertifikasi malah guru dengan gelar sarjana pertanian, sarjana filsafat, sarjana hukum, sarjana ekonomi, sarjana tehnik lolos sertifikasi.  hal tersebut karena melihat faktor kekeluargaan dari pejabat sekolah dan masa kerja.  padahal kalau kita melihat langsung di lapangan ternyata guru-guru tersebut tidak layak untuk mengajar karena keterampilan mengajarnya sangat minim dan justru akan menurunkan kualitas pendidikan di indonesia.  inilah yang membuat kualitas pendidikan di indonesia menurun. akibatnya lihat saja karakter masyarakat indonesia yang gampang putus asa, mdah terpancing emosi dan tidak memiliki karakter bangsa yang pancasila.

4. pemalsuan berkas merajalela.  kesejahteraan uang sertifikasi menggiurkan siapa saja.  hal ini membuat banyak guru menggunakan berbagai cara untuk bisa disertifikasi, walupun belum layak disertifikasi.

5. akta mengajar (akta IV) tidak berfungsi.  bagi guru yang bergelar sarjana pendidikan (S.Pd) pernah merasakan bagaimana sulitnya memperoleh ijazah dan ijazah Akta IV. proses mendapatkan ijazah tersebut seorang guru harus memiliki beberapa kompetensi yanng menuntut seorang calon guru menjadi guru yang ideal pada saat terjun ke sekolah.  namun pada kenyataannya pemerintah atau instansi yang melaksanakannya tidak melihat itu.

6. membuat stress guru yang sudah ujur (tua).  banyak korban telah berjatuhan karena guru-guru yang sudah tergolong ujur atau masuk masa pensiun karena mereka sudah tidak sanggup lagi untuk melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan, karena fisik yang sudah tidak mendukung.  seharusnya pemerintah memberikan kebijakan bagi guru-guru yang telah memiliki masa kerja tertentu untuk secara otomatis lolos sertifikasi dan langsung memperoleh tunjangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s